Foto: wikipedia
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Inilah fenomena media sosial (medsos). Akibat revolusi digital. Yang melanda dunia dewasa ini. Termasuk Indonesia. Pada satu sisi memudahkan. Tapi pada sisi lain menyesatkan.
Semua orang bisa menulis. Menulis apa saja. Informasi apa saja. Tergantung selera dan kepentingan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Dukung Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
- Ranjau Paku di Lingkar Timur Viral di Medsos, Satpol PP Sidoarjo Lakukan Penyisiran
- Syaikh Mamduh Mesir Ungkap 5 Kriteria Informasi Berkualitas untuk Medsos di PP Amanatul Ummah
- WhatsApp Bisnis: Alat Komunikasi Penting untuk Penjualan Digital
Konsekuensinya, informasi melimpah. Terutama informasi sampah. Informasi hoax pun merajelela. Merasuki kognitif kita. Tiap hari, bahkan tiap detik.
Celakanya, revolusi digital ini tak seiring dengan perkembangan kualitas mentalitas dan intelektualitas kita. Terutama karena rakyat Indonesia sangat malas baca. Bahkan prosentase masyarakat balas baca ini mencapai 99 %.
Simak saja tulisan Evita Devega di KOMINFO RI (kominfo.go.id) yang mengutip data The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Menurut UNESCO, minat baca rakyat Indonesia sangat rendah. Dalam peringkat literasi dunia, Indonesia menempati urutan kedua dari bawah.
Bahkan jika kita prosentase, minat baca rakyat Indonesia hanya 0,001 %. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia cuma 1 orang yang suka baca. Ini tentu data menyedihkan.
Riset bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 juga menguatkan data UNESCO. Menurut riset itu, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi infrastruktur untuk mendukung membaca, Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.
Yang menarik, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget. Bahkan Indonesia menempati urutan ke-5 dunia terbanyak yang warganya memiliki gadget.
Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Indonesia – dengan demikian - menjadi negara pengguna aktif smartphone terbesar ke-4 di dunia, setelah Cina, India, dan Amerika.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





